Faridah Husna

Aku merasa sangat beruntung pernah bersekolah di Ibnu Sina. Banyak ilmu-ilmu yang terus bermanfaat sampai sekarang. Contohnya hafalan al-Quran.

 

Assalamualaikum, halo! Namaku Faridah Husna. Tapi waktu SD dulu aku sering dipanggil Husna. Aku alumni TK Ibnu Sina tahun 2005 dan alumni SD Ibnu Sina angkatan 2011. Sekarang aku sekolah di SMA PGII 1 Bandung.

Bulan Januari 2016 lalu, aku mengikuti olimpiade bahasa Jerman tingkat nasional di Jakarta. Sebelumnya aku mengikuti olimpiade mulai dari tingkat kota Bandung, provinsi Jawa Barat, dan alhamdulillah lolos sampai ke tingkat nasional. Di tingkat nasional, banyak peserta dari luar kota. Seperti Malang, Banda Aceh, Jogja, Papua, Riau dan sebagainya. Semua peserta ada 65 orang. Persaingannya sangat ketat. Tapi, alhamdulillah aku bisa meraih juara ke 3 di Olimpiade bahasa Jerman tingkat nasional. Sebagai hadiahnya, aku diberi beasiswa untuk tinggal di Jerman selama 1 bulan.

Selama disana aku mengunjungi  banyak kota kota yang terkenal. Seperti Bonn,  Munchen dan Berlin. Kebetulan ketika aku kesana bertepatan dengan minggu ke 3 bulan ramadhan. Dan disana sedang musim panas, sehingga siangnya lebih lama dari malam. Awalnya aku sedikit kesulitan, karena aku harus makan sahur jam 2 malam dan berbuka puasa jam setengah 10 malam. Itu berarti aku harus berpuasa selama kurang lebih 18 jam di hari yang cukup panas. Tapi alhamdulillah aku bisa berpuasa. Dan waktu untuk sholatnya pun jauh berbeda. Bahkan aku sholat Isya jam 12 malam dan sholat subuh jam setengah 3 malam. Itu merupakan sebuah tantangan sekaligus juga ujian untuk aku.

Disana aku juga tinggal di rumah sebuah keluarga di Jerman dan ikut pergi ke sekolah dengan anak dari keluarga itu. Keluarganya baik dan ramah. Aku sempat masak gado gado disana. Mereka bilang gado gado aku terlalu pedas wkwkw. Padahal menurutku itu sama sekali ga pedas.

Di sana aku juga banyak mengunjungi tempat tempat terkenal dan khas jerman. Contohnya brandenburger tor di berlin, olympiaturm (menara olimpia) di Munchen, Kolner dom di Koln, dsb. Aku juga banyak belajar tentang kedisiplinan terutama dalam hal waktu. Disana kita tidak boleh terlambat satu menit pun, karena orang orang Jerman sangat menghargai waktu dan memanfaatkan waktu dengan baik. Insyaallah nanti aku ingin melanjutkan kuliah di Jerman. Aamiin.

Aku merasa sangat beruntung pernah bersekolah di Ibnu Sina. Banyak ilmu-ilmu yang terus bermanfaat sampai sekarang. Contohnya hafalan al-Quran. Lulus dari Ibnu Sina alhamdulillah aku sudah hafal juz 30. Dan saat SMP dan SMA juz 30 selalu di tes ulang. Karena aku sudah hafal, jadi tidak perlu lagi repot repot menghafal.

Hal yang paling diingat sewaktu di Ibnu sina adalah waktu aku TK aku orangnya cengeng banget. Dikit-dikit pasti nangis. Dan waktu SD kalo lagi ambek suka ga mau belajar. Pokoknya guru-guru di Ibnu Sina udah yang paling the best deh.. bisa sabar ngadepin aku.

Dan buat adik adik aku di Ibnu Sina, kalau kalian ingin sukses, harus belajar disiplin, harus rajin dan jangan setengah setengah. Jangan sia sia kan waktu kalian dengan hal hal yang tidak bermanfaat. Kalau kalian ingin mencapai sesuatu, harus diimbangi dengan usaha dan pengorbanan. Jangan lupa, minta restu dan doa dari orang tua supaya apa yang kalian lakukan mendapat dukungan orang tua. Dan jangan lupa juga banyak berdoa sama Allah dan minta doa ke orang tua, guru dan teman teman. Semoga apa yang kalian cita cita kan tercapai ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *